Selasa, 24 September 2013

KAYU ULIN DI KAWASAN CC BARITO HIJAU BERBUAH

Buah Kayu Ulin
Tidak terasa waktu terus berjalan, ternyata kayu ulin yang sebelumnya diharapkan berbuah, kini menjadi kenyataan dari puluhan pohon kayu ulin yang ada dalam kawasan Community Conservation  (CC) milik  Yayasan Barito Hijau salah satunya berbuah, puluhan biji buah ulin tersebut kemarin jatuh ke tanah, ini pertanda upaya yang dilakukan selama ini tidak sia-sia.
Jenis Pohon Pahlawan Putih
Lokasi community Conservation (CC) atau  konservasi yang berbasis masyarakat yang banyak di dalamnya terdapat jenis pohon ulin adalah berlokasi di hulu sungai Trahean, tepatnya di Bayayung. Barito Hijau menjadi kawasan ini sebagai lokasi CC didasarkan pertimbangan ekologi, sosial maupun ekonomi. Pertimbangan ekologi selain di kawasan seluas kurang lebih 50 hektar ini banyak pohon  termasuk kayu ulin dan tanaman langka yang hanya dijumpai di kawasan ini juga kawasan ini merupakan kawasan penangkap air (Water Cats) bagi sungai Trahean dan Bendungan Trahean. Sebanyak 20 orang warga pemilik lahan di kawasan ini menyatakan kesediaan mereka bergabung dalam program CC yang digalakan oleh Barito Hijau.
Pertimbangan sosial, karena lahan kawasan ini umumnya sebagian kawasan ini sudah ditanami jenis pepohonan oleh masyarakat jauh hari sebelum adanaya program CC Barito Hijau, ini berarti masyarakat disini sudah menyadari pentingnya upaya konservasi atau pengelolaan kawasan berkelanjutan, Barito Hijau hanya tinggal menyatukan gerakan bersama mereka dan memberikan informasi  terkini tentang konservasi dan manfaatnya bagi masyarakat.
 Gaharu yang dihasilkan dari kawasan ini


Pertimbangan ekonomi, bahwa umumnya pepohonan yang dilestarikan di kawasan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, baik dari buah-buahannya, maupun dari jasa lingkungan yang dihasilkannya, di kawasan ini terdapat sungai (sungai Trahean dan Bayayung) yang didiami bermacam-macam jenis ikan yang oleh warga dijadikan semacam "kolam bersama", selain itu juga banyak dijumpai pohon karet yang tentunya menghasilkan getah sebagai sumber pendapatan mereka.
Fauna yang kerap dijumpai di kawasan ini adalah ratusan jenis burung, kalawet, beruk, tupai berbagai jenis tupai, kera panjang ekor, berbagai jenis ular, berang-berang dan beraneka ragam serangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar